DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka… berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

Pesan Ayatullah Al Uzma Fazel Lankarani 2 Juni 18, 2007

Filed under: Marja Ayatullah Al Uzma Fazel Al-Lankarani — haidarrein @ 3:41 am

Pesan Marja’ Agung Mazhab Syi’ah Ayatullah Al-‘Uzhma Fadhil Lankarani sehubungan dengan Perusakan Kembali Haram Samira’

Tangan kotor kaum fanatik dan imperialisme kembali menciptakan musibah besar dan membuat kita muslimin dan seluruh pengikut mazhab Syi’ah berduka. Penghinaan dan perusakan dua makam suci di Samira’ yang terjadi kembali dalam rentang waktu yang sangat pendek menghikayatkan betapa dalamnya permusuhan yang dimiliki oleh musuh-musuh Islam. Tidak diragukan lagi bahwa seluruh tindakan itu terlaksana atas rekayasa Amerika dan seluruh kaum imperialis dengan prakarsai oleh Zinonisme. Bagi mereka yang tahu masalah sudah jelas bahwa Wahabisme beserta seluruh sekte-sekte Islam lain (yang berkepentingan) berada di luar Islam dan terlahirkan dari kekafiran dan kaum Yahudi. Mereka tidak memiliki filsafah kehidupan kecuali menentang Islam dan Al-Qur’an dan menciptakan perpecahan di kalangan muslimin. Kelompok ini tidak hanya ingin menghancurkan seluruh simbol suci mazhab Syi’ah, tetapi bertujuan untuk membumihangsukan seluruh simbol suci Islam, termasuk makam suci Rasulullah saw. Pada suatu hari, mereka juga akan membidik Al-Qur’an dan Ka’bah. Sangat disayangkan sekali, pada peristiwa sebelumnya, dunia Islam tidak menunjukkan reaksi yang fundamental. Jika seluruh negara Islam dan para ulama Islam menunjukkan reaksi yang serius, pada hari ini kaum musyrik yang bertopeng tauhid ini tidak akan berani bertindak demikian. Sembari memelihara persatuan dan ketenangan situasi, seluruh muslimin dan para pengikut mazhab Syi’ah harus mencari solusi fundamental untuk membuang anak haram (Wahabisme) ini. (more…)

Iklan
 

Pesan Ayatullah Al Uzma Fazel Lankarani 1

Filed under: Marja Ayatullah Al Uzma Fazel Al-Lankarani — haidarrein @ 2:59 am

مَا لابْنِ آدَمَ وَ الْفَخْرَ أَوَّلُهُ نُطْفَةٌ وَ آخِرُهُ جِيفَةٌ وَ لا يَرْزُقُ نَفْسَهُ وَ لا يَدْفَعُ حَتْفَهُ
Layakkah putra Adam berbangga diri, sementara asal mulanya adalah sperma (yang menjijikkan) dan akhirnya ia akan menjadi bangkai? Ia tidak dapat memberi rezeki pada dirinya dan tidak dapat menolak mara bahayanya!

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan atas junjungan kita, Muhammad, dan keluarga beliau yang suci, khususnya Ash-Shiddiqah Asy-Syahidah Fathimah Az-Zahra’ as. Dan semoga laknat Allah selalu tertimpakan atas para musuh mereka.

Hari-hari ini berhubungan dengan syahadah wanita terbesar Islam, Sayyidah Fathimah Az-Zahra’ as. Beliau adalah sebuah permata yang hakikat eksistensinya hingga sekarang masih belum terpecahkan secara benar dan jelas bagi para ulama sejati. Beliau diberi julukan Fathimah lantaran seluruh makhluk tidak akan pernah memahami hakikat eksistensinya.[vi] Beliau adalah sebuah wujud yang Rasulullah saw. dan Allah swt. menjadi murka lantaran kemurkaan beliau[vii] dan rida lantaran keridaan beliau. Beliau adalah sebuah hakikat yang merupakan tonggak Ahli Kisa’,[viii] dan di samping itu adalah tonggak utama Ahlul Bait as. dalam ayat Tathhir.[ix] Lantaran pancaran wujud beliaulah, Allah berkehendak menyucikan seluruh jenis kekotoran dari diri mereka. (more…)

 

BERITA DUKA CITA

Filed under: Marja Ayatullah Al Uzma Fazel Al-Lankarani — haidarrein @ 2:50 am

fazel-4.jpgfazel-3.jpgfazel-1.jpglankarani.jpg

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Inna Lillahi wa Inna ilah Raji’un
(Sesungguhnya kita hanyalah milik Allah dan hanya kepada Allahlah kita akan kembali)

Pada hari syahadah Sayyidah Fathimah Az-Zahra’ as. yang menyebabkan seluruh kita tenggelam dalam kesedihan yang mendalam, roh marja’ agung dunia mazhab Syi’ah, pembela wilayah dan imamah yang tak tertandingi, mujahid yang kokoh dan tak kenal lelah, faqih dan ushuli masa kini, Ayatullah Al-‘Uzhma Haji Syaikh Muhammad Fadhil Lankarani ra., telah berpulang ke alam malakut yang maha tinggi. Dengan ini, seluruh umat Islam dan para pengikut mazhab Ahlul Bait as., khususnya para mukalid beliau, tenggelam dalam kedukaan dan kesedihan yang dalam. Kami mengucapkan belasungkawa kepada Wali Allah Teragung, Imam Mahdi afs., dan seluruh hawzah ilmiah atas musibah besar ini.

Ya Allah, mudahkanlah kita menerima musibah besar ini dan anugerahkanlah kesbaran dan pahala kepada kita semua kita.

Kantor Ayatullah Al-‘Uzhma Fadhil Lankarani ra.

 

BAHTERA NABI NUH Juni 15, 2007

Filed under: LES IMAGES — haidarrein @ 4:02 am

safeena2.jpgbahtera-nabi-nuh.jpg

 

Ayatullah Ruhullah Khomeini

Filed under: LES IMAGES — haidarrein @ 3:50 am

khomeini2.jpgsholat-8.jpgsholat-5.jpgsholat-7.jpgKhomeinikhomeini-5.jpg

Model dan metode mendidik Imam Khomeini

Model dan metode mendidik Imam Khomeini

Imam Khomeini dalam mendidik diri dan orang lain merupakan contoh. Sekaitan dengan masalah ini ada beberapa cerita yang dapat menggambarkan masalah ini. Cerita dari keluarga Imam Khomeini sendiri.

Zahra Mustafawi mengatakan, “Imam sangat jarang menasihati orang lain. Bentuk perilakunya yang banyak menerangkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kami akan mengetahui mana yang buruk dan baik dari reaksi perbuatannya. Reaksi Imam Khomeini berbeda-beda sesuai dengan pekerjaan itu sendiri. Dalam masalah-masalah yang haram, reaksi Imam Khomeini sangat keras berbeda dengan hal-hal yang sunah, sikap beliau lebih lunak”.

Ketika masih kecil saya masih ingat bagaimana Imam Khomeini memberikan kebebasan penuh kepada kami. Semua anak-anaknya memiliki kebebasan bermain, pergi, pulang, tidur, bangun dan lain-lain. Bila kami akan pergi ke rumah sebuah keluarga dan Imam Khomeini dapat menerima orang tersebut, beliau tidak lagi peduli kapan kami akan pergi, kapan pulang, berapa lama kami akan tinggal dan lain-lain. Kebebasan yang diberikan Imam Khomeini ini memberikan sentuhan lain dalam kehidupan kami. Kami hidup dalam semangat kebebasan.

Fathimah Thaba’thaba’i mengatakan, “Setelah anak-anak memasuki usia balig, Imam Khomeini sangat ketat dalam mendidik dan mengajari mereka. Senantiasa beliau bertanya, “Apakah kalian tahu kapan anak kalian keluar dari rumah dan kapan ia pulang ke rumah? Dengan siapa ia bergaul? Apa saja yang dibicarakannya? Dan lain-lain.

Faridah Mustafawi berkata, “Senantiasa Imam Khomeini menasihati kami agar tidak berbuat maksiat. Kami hendaknya beradab dengan adab Islam. Seberapa ributnya kami di rumah, beliau tidak mempermasalahkan. Namun, bila beliau tahu bahwa perbuatan kami ini mengganggu tetangga, Imam pasti melakukan protes atas apa yang kami lakukan. Bahkan terkadang sampai marah kepada kami. Beliau pasti akan mengatakan, “Mengapa kalian melakukan hal ini?

Imam Khomeini tidak ikut dalam menentukan masa depan anaknya Ahmad. Ia memberikan kebebasan kepada Ahmad untuk menentukan sendiri masa depannya. Itulah mengapa dalam sebuah tulisan kepada Ahmad, Imam Khomeini menulis, “Pilih salah saudari keduanya ini. Bila engkau ingin menjadi seorang rohaniwan, hendaknya engkau berusaha untuk menjadi seseorang yang layak berada di bawah bimbingan mereka para marja. Bila engkau tidak mampu, maka cari jalan lain dan lanjutkan itu.(Hujjatul Islam Sayyid Mahmud Dua’i)

Suatu hari Ahmad anak Imam Khomeini berkta, “Imam Khomeini belum pernah menyuruh kami untuk melakukan salat. Namun, kami tidak pernah meninggalkan salat”.(Ayatullah Shane’i, Hauzah, vol 32)[infosyiah]

 

MAHZAB CINTA Juni 8, 2007

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 3:23 am

Ali bin Abi Thalib, Pendiri Mazhab Cinta

          KH. Jalaluddin Rakhmat –

Satu-satunya manusia yang dilahirkan   di bawah naungan Ka’bah adalah Ali     bin Abi Thalib. Ketika ibunya, Fathimah binti Asad, dalam keadaan hamil tua, ia thawaf mengelilingi Ka’bah. Pada saat itulah, datang tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Abu Thalib lalu membawanya masuk ke dalam Ka’bah dan di tempat itulah Ali bin Abi Thalib lahir.

            Menurut satu riwayat, ibunya meminta agar anak yang baru lahir itu diberi nama Haidar, yang berarti singa. Kakek dari arah ibunya bernama Asad, yang juga berarti singa. Tetapi Abu Thalib berkata, “Kita tunggu saja sampai Rasulullah saw datang.” Masih menurut riwayat ini, Ali kecil tidak mau menyusu kepada ibunya sebelum Rasulullah saw datang. Ketika Rasulullah saw tiba, ia mengecup Ali dan Ali pun mengecup Nabi. Rasulullah saw menamainya ‘Ali yang berarti orang yang memiliki ketinggian. ‘Ali adalah salah satu nama Tuhan. Misalnya dalam ayat, “Wa lâ ya’udduhû hifzhuhumâ wa huwal ‘aliyul ‘azhîm.” (QS. Al-Baqarah 255). Sama halnya dengan nama Muhammad, yang juga merupakan nama Tuhan, seperti dalam hadits Qudsi, “Ana Mahmud, wa anta Muhammad. Aku Tuhan adalah Yang Terpuji dan engkau juga adalah yang terpuji,” (more…)

 

NAHJUL BALAGHOH – TENTANG BAHAYA KEDUNIAWIAN

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 3:16 am

Nahj Al Balaghoh Khutbah Imam Ali KW no 129

Tentang Bahaya Keduniawian

“Kalian tinggal di zaman ketika kebajikan merosot, kejahatan kian bertambah maju setapak demi setapak dan setan menjadi lebih rakus dalam usahanya untuk membinasakan manusia. Hari ini perlengkapannya telah diperkuat, jebakan-jebakannya didirikan di setiap tempat, dan korbannya datang dengan mudah. Edarkan pandangan kalian; kalian akan melihat orang miskin yang nyaris tidak bisa bernafas dalam keadaannya yang amat miskin dan sengsara, atau orang kaya yang telah mengubah nikmat-nikmat ALLAH ke dalam kekufurannya. Atau, kalian akan melihat orang yang rakus mengumpulkan kekayaan untuk dirinya sendiri seraya mengabaikan perintah-perintah ALLAH yang dibebankan kepadanya, atau kalian akan menjumpai para pemberontak yang hatinya liar sehingga mereka tuli dari nasihat moral.

Dimanakah orang-orang baik, orang orang takwa di antara kalian? dimanakah mereka yang menghindari setiap penipuan dalam perdagangannya dan menuntut kesalehan dan kejujuran dalam tindak tanduk mereka ?”