DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka… berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

Ayatullah Ruhullah Khomeini Juni 15, 2007

Filed under: LES IMAGES — haidarrein @ 3:50 am

khomeini2.jpgsholat-8.jpgsholat-5.jpgsholat-7.jpgKhomeinikhomeini-5.jpg

Model dan metode mendidik Imam Khomeini

Model dan metode mendidik Imam Khomeini

Imam Khomeini dalam mendidik diri dan orang lain merupakan contoh. Sekaitan dengan masalah ini ada beberapa cerita yang dapat menggambarkan masalah ini. Cerita dari keluarga Imam Khomeini sendiri.

Zahra Mustafawi mengatakan, “Imam sangat jarang menasihati orang lain. Bentuk perilakunya yang banyak menerangkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kami akan mengetahui mana yang buruk dan baik dari reaksi perbuatannya. Reaksi Imam Khomeini berbeda-beda sesuai dengan pekerjaan itu sendiri. Dalam masalah-masalah yang haram, reaksi Imam Khomeini sangat keras berbeda dengan hal-hal yang sunah, sikap beliau lebih lunak”.

Ketika masih kecil saya masih ingat bagaimana Imam Khomeini memberikan kebebasan penuh kepada kami. Semua anak-anaknya memiliki kebebasan bermain, pergi, pulang, tidur, bangun dan lain-lain. Bila kami akan pergi ke rumah sebuah keluarga dan Imam Khomeini dapat menerima orang tersebut, beliau tidak lagi peduli kapan kami akan pergi, kapan pulang, berapa lama kami akan tinggal dan lain-lain. Kebebasan yang diberikan Imam Khomeini ini memberikan sentuhan lain dalam kehidupan kami. Kami hidup dalam semangat kebebasan.

Fathimah Thaba’thaba’i mengatakan, “Setelah anak-anak memasuki usia balig, Imam Khomeini sangat ketat dalam mendidik dan mengajari mereka. Senantiasa beliau bertanya, “Apakah kalian tahu kapan anak kalian keluar dari rumah dan kapan ia pulang ke rumah? Dengan siapa ia bergaul? Apa saja yang dibicarakannya? Dan lain-lain.

Faridah Mustafawi berkata, “Senantiasa Imam Khomeini menasihati kami agar tidak berbuat maksiat. Kami hendaknya beradab dengan adab Islam. Seberapa ributnya kami di rumah, beliau tidak mempermasalahkan. Namun, bila beliau tahu bahwa perbuatan kami ini mengganggu tetangga, Imam pasti melakukan protes atas apa yang kami lakukan. Bahkan terkadang sampai marah kepada kami. Beliau pasti akan mengatakan, “Mengapa kalian melakukan hal ini?

Imam Khomeini tidak ikut dalam menentukan masa depan anaknya Ahmad. Ia memberikan kebebasan kepada Ahmad untuk menentukan sendiri masa depannya. Itulah mengapa dalam sebuah tulisan kepada Ahmad, Imam Khomeini menulis, “Pilih salah saudari keduanya ini. Bila engkau ingin menjadi seorang rohaniwan, hendaknya engkau berusaha untuk menjadi seseorang yang layak berada di bawah bimbingan mereka para marja. Bila engkau tidak mampu, maka cari jalan lain dan lanjutkan itu.(Hujjatul Islam Sayyid Mahmud Dua’i)

Suatu hari Ahmad anak Imam Khomeini berkta, “Imam Khomeini belum pernah menyuruh kami untuk melakukan salat. Namun, kami tidak pernah meninggalkan salat”.(Ayatullah Shane’i, Hauzah, vol 32)[infosyiah]

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s