DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka… berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

Pesan Ayatullah Al Uzma Fazel Lankarani 1 Juni 18, 2007

Filed under: Marja Ayatullah Al Uzma Fazel Al-Lankarani — haidarrein @ 2:59 am

مَا لابْنِ آدَمَ وَ الْفَخْرَ أَوَّلُهُ نُطْفَةٌ وَ آخِرُهُ جِيفَةٌ وَ لا يَرْزُقُ نَفْسَهُ وَ لا يَدْفَعُ حَتْفَهُ
Layakkah putra Adam berbangga diri, sementara asal mulanya adalah sperma (yang menjijikkan) dan akhirnya ia akan menjadi bangkai? Ia tidak dapat memberi rezeki pada dirinya dan tidak dapat menolak mara bahayanya!

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan atas junjungan kita, Muhammad, dan keluarga beliau yang suci, khususnya Ash-Shiddiqah Asy-Syahidah Fathimah Az-Zahra’ as. Dan semoga laknat Allah selalu tertimpakan atas para musuh mereka.

Hari-hari ini berhubungan dengan syahadah wanita terbesar Islam, Sayyidah Fathimah Az-Zahra’ as. Beliau adalah sebuah permata yang hakikat eksistensinya hingga sekarang masih belum terpecahkan secara benar dan jelas bagi para ulama sejati. Beliau diberi julukan Fathimah lantaran seluruh makhluk tidak akan pernah memahami hakikat eksistensinya.[vi] Beliau adalah sebuah wujud yang Rasulullah saw. dan Allah swt. menjadi murka lantaran kemurkaan beliau[vii] dan rida lantaran keridaan beliau. Beliau adalah sebuah hakikat yang merupakan tonggak Ahli Kisa’,[viii] dan di samping itu adalah tonggak utama Ahlul Bait as. dalam ayat Tathhir.[ix] Lantaran pancaran wujud beliaulah, Allah berkehendak menyucikan seluruh jenis kekotoran dari diri mereka.baca selanjutnya

Kita sekarang telah memperoleh kebanggaan untuk menjadi pengikut wanita dan putra beliau yang maksum itu. Oleh karena itu, dalam kondisi dan situasi seperti sekarang ini, kita harus lebih mengetahui jenis pemikiran dan seluruh perintah mereka. Jangan sampai kita teledor dalam menjalan seluruh tugas dan kewajiban kita. Di samping para ulama dan orator memiliki tugas untuk mendirikan majelis acara berduka dengan besar-besaran, mereka juga harus lebih memberikan perhatian khusus kepada sisi spiritual dan ilmiah beliau. Alhamdulillah, mazhab Syi‘ah memiliki jutaan dalil dan logika. Mereka yang sadar akan mudah menerimanya.

Sekarang ini para musuh telah memahami bahwa satu-satunya cara untuk mengelabuhi dan menguasai pikiran masyarakat adalah memadamkan dan mengaburkan cahaya yang merupakan jelmaan keyakinan dan iman mereka. Pada suatu hari para musuh, dengan segala kebodohan yang mereka miliki, mengkritik tangisan dan majelis acara berduka yang kita dirikan untuk Imam Husain dan menekankan bahwa semua itu adalah sia-sia. Dan pada hari yang lain mereka meragukan peristiwa syahadah Sayyidah Az-Zahra’ as. Padahal semua itu adalah persitwa sejarah yang paling gamblang.

Para penentang kebenaran harus tahu bahwa jika mereka membayangkan akan dapat meragukan tentang syahadah beliau, mereka tidak akan pernah bisa meragukan seluruh kezaliman yang menimpa beliau sepeninggal Rasulullah saw.[x] Usia pendek beliau,[xi] pidato berapi-api dan penuh argumentasi beliau di masjid Rasulullah saw.,[xii] tangisan siang malam beliau,[xiii] dan pembelaan beliau yang tegar terhadap konsep wilâyah,[xiv] semua itu adalah bukti jelas atas keterzaliman wanita agung ini. Atas dasar ini, dunia Islam senantiasa bersedih dan tenggelam dalam lautan duka demi mengenang keterzaliman beliau dan suami beliau.

Revolusi Islam Iran tumbuh dan muncul lantaran kepedulian masyarakat terhadap hari-hari syahadah seperti ini. Sekarang ini, cara yang terbaik untuk menjaga dan memelihara kontinuitasnya adalah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap hari-hari seperti ini. Kita sebagai mukmin dan pengikut Ahlul Bait as. hendaknya lebih memberikan perhatian khusus kepada hari-hari duka (aza’) Fathimiyyah melebihi hari-hari sebelumnya. Janganlah kita membiarkan peristiwa ini pudar di sela-sela peristiwa yang lain. Lebih khusus lagi, karena negara telah mengumumkan tanggal 3 Jumadits Tsani sebagai hari libur resmi, hendaknya kita memberikan perhatian yang lebih istimewa lagi. Kita hanya berharap semoga kita dapat menyertai beliau sebagai induk kultur Syi‘ah dalam meniti jalan ini, dan semoga kita memperoleh syafaat beliau dan para keturunan beliau yang suci pada hari kiamat kelak.

Salam sejahtera, rahmat, dan berkah Allah atas seluruh saudara mukmin kita.

Muhammad Fadhil Lankarani
30-5-1380 HS.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s