DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka… berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

MENGENAI AKIDAH 12 IMAM Agustus 28, 2007

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 5:04 am

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.”

(Al-Quran Surah Al-Qalam ayat 10-11)

Di antara propaganda busuk yang selama ini disebarkan melalui mulut dan situs-situs kotor kaum Wahabi adalah tuduhan bahwa akidah 12 Imam (pemimpin) yang dianut Muslim Syiah berasal dari ajaran Yahudi dan Nasrani. Dengan panjang lebar mereka memfitnah bahwa keyakinan 12 imam yang dianut Muslim Syiah diambil dari keyakinan Yahudi dan Nasrani. Benarkah? Jika Anda membaca tulisan dan tuduhan-tuduhan mereka itu, Anda akan segera melihat kedangkalan pemikiran kaum Wahabi. Argumen-argumen yang mereka gunakan untuk menyebar fitnah keji tersebut terlihat sedemikian naif dan rapuh. Saya akan bertanya kepada mereka: Apakah jika kaum Yahudi meyakini bahwa khitan itu wajib lalu dengan serta merta Anda menuduh bahwa keyakinan Islam atas kewajiban khitan (atas laki-laki) juga merupakan peniruan dari keyakinan kaum Yahudi dan Nasrani? (more…)

Iklan
 

PINDAH MAHZAB Agustus 22, 2007

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 3:34 am

Seseorang yang berpindah mazhab -misalnya dari mazhab Sunni ke mazhab Ahlul Bait As, sebagaimana yang kita alami – tidak diwajibkan mengqadha’ amal ibadahnya (seperti shalat dan puasa) yang ia lakukan ketika bermazhab Sunni. Dengan kata lain ajaran Ahlul Bait As menilai seluruh amal ibadahnya itu sah jika ketika itu ia lakukan sesuai dengan ajaran Sunninya. Misalnya -katakanlah- apabila Anda mulai mengikuti ajaran Ahlul Bait As pada usia 30 tahun, dan sejak usia baligh (usia 15 tahun) sampai usia 30 tahun tersebut Anda telah melakukan amal ibadah (shalat, puasa, haji dll) sesuai dengan mazhab Sunni (misalnya Syafi’i), maka dalam hal ini, ketika Anda pindah ke ajaran Ahlul Bait As, Anda tidak diwajibkan lagi mengulangi ataupun mengqadha’  amal ibadah yang telah Anda lakukan sewaktu Sunni tersebut.”

Seseorang yang berpindah mazhab -misalnya dari mazhab Sunni ke mazhab Ahlul Bait As, sebagaimana yang kita alami – tidak diwajibkan mengqadha’ amal ibadahnya (seperti shalat dan puasa) yang ia lakukan ketika bermazhab Sunni. Dengan kata lain ajaran Ahlul Bait As menilai seluruh amal ibadahnya itu sah jika ketika itu ia lakukan sesuai dengan ajaran Sunninya. Misalnya -katakanlah- apabila Anda mulai mengikuti ajaran Ahlul Bait As pada usia 30 tahun, dan sejak usia baligh (usia 15 tahun) sampai usia 30 tahun tersebut Anda telah melakukan amal ibadah (shalat, puasa, haji dll) sesuai dengan mazhab Sunni (misalnya Syafi’i), maka dalam hal ini, ketika Anda pindah ke ajaran Ahlul Bait As, Anda tidak diwajibkan lagi mengulangi ataupun mengqadha’  amal ibadah yang telah Anda lakukan sewaktu Sunni tersebut.  Lain halnya jika ketika Sunni itu (selama 15 tahun), shalat yang Anda lakukan tidak sesuai/salah menurut pandangan mazhab Sunni/Syafi’I, maka dalam hal ini Anda diwajibkan mengqadha’nya.

 

Apakah dalam mengqadhanya harus sesuai dengan ajaran Ahlul Bait As, seperti misalnya tangannya tidak boleh bersedkap (harus irsal), harus sujud di atas tanah atau kertas atau lainnya dst? 

Jawabnya: Ya, dalam mengqadha’ amal ibadah -seperti shalat-  yang ternyata salah ia lakukan ketika masih Sunni, harus sesuai dengan tuntunan dan tata cara shalat Ahlul Bait As, karena ia telah berpindah mazhab. Oleh karena itu sebelum ia berpindah mazhab hendaknya mengkaji dan mempelajarinya baik-baik, bukan hanya masalah akidahnya saja, tetapi hendaknya juga mengkaji hukum-hukum fiqih dan amal ibadah sehari-hari.  Karena tidak ada artinya meyakini suatu ajaran tanpa mengikuti dan mengamalkan amal ibadah yang sesuai dengan ajaran tersebut. Buanglah jauh-jauh waswasah dan bisikan dalam hati Anda yang mengatakan: “yang penting kan pemikirannya, persoalan fiqih sih belakangan”. Wallah al-‘Alim ………

 

TAQLID DALAM AJARAN SYIAH IMAMIAH Agustus 20, 2007

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 8:45 am
Taqlid dalam Ajaran Syiah Imamiah PDF Print E-mail
Jul 11, 2007 at 12:06 AM

Oleh Abu Qurba  

Mukaddimah

A gama Islam – sebagaimana maklum – meliputi masalah-masalah aqidah, fiqih dan akhlak.  Di dalam masalah akidah ( ushuluddin ), khususnya menurut ajaran madzhab Ahlul Bait as tidak dibenarkan bertaqlid buta dan mengikuti akidah orang lain tanpa memahami dalil-dalil dan argumen-argumennya.  Misalnya dalam masalah menetapkan dan meyakini adanya Tuhan Sang Pencipta alam semesta ini, adanya hari pembalasan, mengenai keesan Tuhan dan lain-lain, dalam hal ini kita tidak boleh ikut-ikutan dan bertaqlid buta kepada orang lain, sekali pun kepada guru atau orang tua kita sendiri, artinya kita harus mencari atau memahami dengan baik dan benar akan dalil-dalil dan argumen-argumen yang berhubungan dengan masalah tersebut. Sehingga ketika kita ditanya orang; Apakah Tuhan itu ada?  Kalau Tuhan itu ada, apakah Dia itu esa, satu ataukah ada tiga?  Apakah hari kiamat itu pasti terjadi? Dan pertanyaan-pertanyaan akidah lainnya, kita dapat menjawabnya sekali pun dengan argumen-argumen yang sangat sederhana sekali; seperti bahwa Tuhan Pencipta itu ada, dalilnya adalah adanya kita dan alam semesta ini.

Berbeda halnya dengan masalah fiqih atau furu’uddin (cabang-cabang agama). Sehubungan dengan masalah ini, khususnya dalam hal-hal yang sifatnya bukan “darûriyyatuddin” seperti kewajiban shalat dll,  kaum muslimin secara umum dan apa pun madzhab dan alirannya dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok ‘Ulama Mujtahid, kelompok muqallid dan kelompok muhtath. (more…)

 

MENGENAL PRIBADI FATIMAH AZ ZAHRA Agustus 7, 2007

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 7:28 am

fatimah-az-zahra-1.jpg

Riwayat yang masyhur menyebutkan bahwa Fatimah Zahra AS, hanya sempat mengenyam kehidupan yang singkat. Beliau wafat pada usia yang sangat belia, 18 tahun. Meski singkat, kehidupan beliau banyak mengandung pelajaran berharga. Kehidupan putri Rasul ini, laksana permata indah yang memancarkan cahaya. Pada kesempatan ini, kami ingin mengajak Anda untuk melihat sekelumit dari kepribadian beliau yang agung, untuk dijadikan pedoman, khususnya bagi kaum perempuan. (more…)