DARI CAHAYA KEPADA BIDADARI

Maka… berserakanlah keping bintang bercahaya di hamparan hidupmu

zahra ya zahra Januari 29, 2008

Filed under: LES IMAGES — haidarrein @ 7:26 am

zahra.jpg

Iklan
 

MUI : SYIAH BUKAN ALIRAN SESAT Januari 23, 2008

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 7:05 am

MUI: Syiah Bukan Aliran Sesat!

Ditulis oleh Musadiq Marhaban di/pada Desember 9, 2007

81.jpg
“Ternyata masih terjadi provokasi anti Syiah di Bangil …”

Wawancara Andito—Majalah Syiardengan Prof.Dr. KH Umar Shihab

Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengadakan siaran pers sehubungan dengan maraknya aliran sesat yang meresahkan umat Islam. Dalam catatan dikatakan bahwa MUI telah mengeluarkan sembilan fatwa mengenai aliran sesat, di antaranya Islam Jama’ah, Ahmadiyah, Inkar Sunnah, Komunitas Eden yang dipimpin Lia Aminuddin, shalat dua bahasa di Malang dan Al Qiyadah Al-Islamiyah, serta aliran sesat lainnya yang sifatnya lokal atau kedaerahan.

Dalam upaya mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana MUI memandang aliran sesat, Redaksi SYIAR melakukan wawancara dengan Prof. DR. KH. Umar Shihab, Ketua MUI Pusat. Ditemui di rumahnya yang asri di bilangan Kelapa Gading, ulama asal Rapparang Sulsel ini memprihatinkan tentang kondisi kerukunan antar umat Islam di Indonesia. (more…)

 

PERSELISIHAN ANTAR MAHZAB Januari 16, 2008

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 3:14 am
Sejarah telah menceritakan kefanatikan masing-masing kelompok terhadap madrasah fikih mereka, dan juga berbagai pertengkaran dan perselisihan yang terjadi diantara mereka, hingga sampai tingkatan dimana sebagian mereka mengkafirkan sebagian yang lain, juga terlihat peran penguasa didalam hal ini, dapat disaksikan di dalam syair-syair mereka :
” Telah tumbuh Mazhab Nu’man menjadi sebaik-baiknya mazhab
laksana bulan bercahaya sebaik-baik bintang
        mazhab-mazhab ahli fikih telah menyusut
        mana mungkin gunung-gunung kokoh menenun sarang laba-laba”
Seorang penyair bermazhab Safi’i berkata:
“Perempuan Syafi’i dikalangan ulama adalah laksana bulan purnama diantara bintang-bintang di langit
Katakan pada orang yang membandingkannya
        dengan Nu’man karena kebodohan
        apakah mungkin cahaya dapat dibandingkan dengan kegelapan”
Seorang penyair bermazhab Maliki mengatakan,
“Jika mereka menyebutkan kitab-kitab ilmu, maka datangkan
apakah dapat sebanding dengan kitab al-Muwaththa karya Malik
        Dengan berpegang kepadanya tangan kekuasaan menjadi mendapat petunjuk
        barangsiapa yang menyimpang darinya dia akan celaka “
Seorang penyair bermazhab Hambali berkata,
” Aku telah menyelidiki syarat-syarat ulama seluruhnya,
selama aku hidup maupun sesudah mati.
        Wasiatku kepada seluruh manusia,
        hendaklah mereka bermazhab Hanbali “
Muhammad bin Abdul Baqi, wafat tahun 535 H yang bermazhab Hanbali, mengambarkan keadaan menyembunyikan mazhab yang terjadi kala itu didalam sebuah syairnya,
“Jagalah lidahmu, sedapt mungkin jangan sampai menceritakan yang tiga,
yaitu umur, harta dan mazhab.
        Karena atas yang tiga akan dikenakan yang tiga,
        yaitu dikafirkan, dihasudi dan dituduh sebagai pembohong”
        Demikianlah, setiap orang dari mereka sangat fanatik terhadap imamnya, amat bangga dengan mazhabnya dan mengingkari mazhab-mazhab yang lainnya.
Hingga ada yang mengatakan “Barang siapa yang menjadi Hanafi maka diberi hadiah, dan barangsiapa yang menjadi Sayfi’i akan dihukum” (Ad-din al-Kahlish, jld 3, hal 355)
IMAM ABU HANIFAH, Lahir tahun 80 H , pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan, Meninggal tahun 150 H.
IMAM MALIK , Lahir tahun 93 H Meninggal tahun 179 H
IMAM SYAFI’I, Lahir tahun 150 H Meninggal tahun 204 H
IMAM AHMAD BIN HANBAL, Lahir 164 H Meninggal tahun 241 H
Masa para Imam 4 mazhab (Hanafi, Malik, Safi’i dan Hanbali) bersamaan dengan para Imam Ahlilbait Nabi.
Imam Hanafi (80 H s/d 150 H) dan Imam Malik (93 H s/d 179 H) sezaman dengan Imam Ja’far as-Sodiq (83 H s/d 148 H) dan Imam Musa al-Kadhim (128 H s/d 183 H).
Imam Syafi’i (150 H s/d 204 H) dan Imam Hanbali (164 H s/d 241 H) sezaman dengan Imam Ali ar-Ridha (148 H s/d 203 H) dan Imam Muhammad al-Jawad (195 H s/d 220 H).
Timbul pertanyaan sbb :
Mengapa posisi kepemimpinan / ke-Imam-an tidak dipundak Imam Ahlilbait ?
Mengapa lebih dikenal serta diutamakan Imam 4 mazhab ketimbang Imam Ahlilbait ?
Mengapa Imam 4 mazhab berdiam diri tidak melakukan pembelaan secara nyata Imam Ahlilbait dibunuh dizamannya ?
Ahmad Amin berkata, ” Penguasa mempunyai peranan yang besar di dalam memenangkan mazhab-mazhab ( Hanafi, Malik, Safi’i dan Hanbali ). Biasanya, jika sebuah pemerintahan yang kuat mendukung sebuah mazhab maka orang-orang akan mengikuti mazhab tersebut. Mazhab tersebut akan terus berkuasa sampai lenyapnya pemerintahan yang mendukungnya ” ( Dzahr al-Islam, jld 4, hal 96 )
Apakah masih mungkin ber argumentasi tentang wajibnya mengikuti mazhab yang empat ?
Apakah memang ada dalil yang mengatakan bahwa mazhab hanya terbatas pada mazhab yang empat ?
Jika di sana tidak ada dalil yang menunjukan tentang wajibnya berpegang kepada mereka, apakah itu berarti Allah dan Rasul-Nya telah lalai akan masalah ini, dan tidak menjelaskan kepada mereka tentang dari mana seharusnya mereka mengambil agama mereka dan syariat hukum mereka ?
Mahasuci Allah dari membiarkan makhluk-Nya dengan tanpa menjelaskan kepada mereka tentang hukum-hukum dan jalan yang akan menyelamatkan mereka.
Allah swt telah menjelaskan melalui lidah Rasulullah saw dan telah menegakkan hujjah akan wajibnya mengikuti ‘ Itrah Rasulullah saw( Ahlilbait ), ” Sesungguhnya Zat yang Mahatahu telah memberitahukan Aku bahwa keduanya tidak akan pernah berpisah hingga keduanya menemuiku di Telaga
 

ASYURA NASIONAL 1429 H Januari 14, 2008

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 3:50 am
Peringatan Syahidnya Sayyidina Husain bib ‘Ali bin abi Thalib as
(Cucu Nabi Muhammad saw)
Aku Bangkit ,menentang bukan untuk melakukan penindasan, pelanggaran hukum, korupsi, bersenang-senang dan menyombongkan diri, tetapi aku bangkit dan menentang adalah demi memperbaiki urusan ummat kakekku, dan untuk memenuhi kewajibanku menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.
– Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib as –
Tragedi KARBALA bukanlah perseteruan satu babak yang bermula dan berakhir pada hari kesepuluh Muharram 61 H. Karbala memiliki rentetan episode yang panjang, babak awalnya sudah dimulai bertahun-tahun sebelum tiba hari duka itu, dan akan berlangsung hingga berabad-abad setelahnya.
Tragedi Karbala sudah mulai sejak hari berlangsungnya penipuan dalam arbitrasi (tahkim) perang Siffin, bahkan diindikasi kuat jauh sebelum itu semua.
– Khalid Muhammad Khalid –

Hari / tgl : Sabtu, 19 Januari 2008 / 10 Muharram 1429 H

Waktu : jam 08.30 – 11.30 wib

Tempat : BALAI SAMUDERA, jln. Boulevard Barat No.1 Kelapa Gading. Jakarta Utara

Aksi sosial donor darah )

Aku datang menabur pasir memburu mati
Apa arti mati bagi seorang putra Ali
Kemarilah dan kuguyur dengan darah
Kutebas kalian dengan pedang sebilah
Demi Tuhan,
meski mereka ambil tangan kananku
akan kubela Al-Husain dengan tangan kiriku
Apa arti sepotong tangan
untuk agama kakekku
Kan kuhadiahkan nyawa
dan semangat keberanianku
—Fadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib—
 

WASIAT RASULULLAH SAWW Januari 9, 2008

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 3:53 am

Wasiat Rasulullah SAWW :

Wahai Manusia, camkanlah, Aku meninggalkan bagi kalian dua barang berharga. Yang pertama adalah Kitabullah , yang lainnya adalah Ahlul Baytku. Aku ingatkan kalian atas nama ALLAH, Ahl Baytku, Aku ingatkan kalian atas nama ALLAH, Ahl Baytku, Aku ingatkan kalian atas nama ALLAH, Ahl Baytku (3x)

~Shahih Muslim

 

FALSAFAH MENANGIS ATAS IMAM HUSAYN

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 3:43 am

FALSAFAH MENANGIS ATAS IMAM HUSAIN

Oleh: Syeikh Fadhil Maliki

PERDEBATAN SEPUTAR TANGISAN ATAS IMAM HUSAIN

Semoga Allah SWT mencurahkan salam kepadamu wahai junjunganku dan pemimpinku, Abu Abdillah. Salam kepadamu wahai pemimpinku dan putra pemimpinku, wahai putra Rasulullah saw. Sungguh beruntung orang yang berpegang teguh dengan talimu dan sungguh aman orang yang berlindung di bentengmu. Wahai Tuhan kami, kami benar-benar bersama mereka (ahlul bait) sehingga kami memperoleh kemenangan yang besar. (more…)

 

MENANGIS ATAS TRAGEDI IMAM HUSAYN: SUNAH ATAU BID’AH?

Filed under: artikel bebas — haidarrein @ 3:28 am

MENANGIS ATAS TRAGEDI IMAM HUSAIN: SUNAH ATAU BID`AH?

Oleh: Muhammad Taqi

Pertama-tama kami tegaskan bahwa masalah memperingati Tragedi Karbala (10 Muharram) bukanlah masalah khas Syi’ah, tetapi masalah islami. Sebab, Husain (salam Allah atasnya)—tokoh utama di balik tragedi tersebut— bukanlah pelita bagi orang-orang Syi’ah saja, tetapi beliau adalah lentera hati setiap mukmin, apapun mazhabnya. Maka, dari sini kami menyimpulkan bahwa apa saja yang berkaitan dengan peristiwa Karbala pada hakikatnya adalah fenomena dan tradisi islami.
Tema yang ingin kami kaji kali ini adalah tentang tangisan dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia. Kami berusaha menjawab pertanyaan-pertanya an kritis seputar tangisan yang biasa dilakukan orang-orang Syi`ah saat mengenang peristiwa Karbala. Misalnya, mengapa kita menangisi Imam Husain, padahal beliau adalah penghulu para syuhada? Bukankah beliau telah mendapatkan tempat yang terhormat di sisi Allah? Apa rahasia di balik tangisan, teriakan, dan tamparan dada atau kepala yang dilakukan orang-orang Syi`ah di hari Asyura’? Bukankah tangisan itu menjerumuskan diri kita ke dalam kehancuran?  Kami akan menjawab pertanyaan-pertanya an tersebut dengan mengemukakan ayat-ayat Al-Quran al-Karim dan hadis-hadis Nabi yang otentik yang menunjukkan bahwa menangis merupakan tradisi (sunah) para nabi dan orang-orang saleh. (more…)